LKSA WAHDATUT TAUHID
Rabu, 22 April 2015
Jumat, 03 April 2015
kata ahmad bagowi
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
ثَلاثٌ مُهْلِكَاتٌ ، وَثَلاثٌ مُنَجِّيَاتٍ ، وَثَلاثٌ كَفَّارَاتٌ ، وَثَلاثٌ دَرَجَاتٌ
فَأَمَّا الْمُهْلِكَاتُ : فَشُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بنفْسِهِ
وَأَمَّا الْمُنَجِّيَاتُ : فَالْعَدْلُ فِي الْغَضَبِ ، وَالرِّضَى ، وَالْقَصْدُ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى ، وَخَشْيَةُ اللَّهِ فِي السِّرِّ وَالْعَلانِيَةِ
وَأَمَّا الْكَفَّارَاتُ : فَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ ، وَإِسْبَاغُ الْوُضُوءِ فِي السَّبَرَاتِ ، وَنَقْلُ الأَقْدَامِ إِلَى الْجَمَاعَاتِ
وَأَمَّا الدَّرَجَاتُ : فَإِطْعَامُ الطَّعَامِ ، وَإِفْشَاءُ السَّلامِ ، وَصَلاةٌ بِاللَّيْلِ ، وَالنَّاسُ نِيَامٌ
Ada tiga perkara yang membinasakan, tiga perkara yang menyelamatkan, tiga perkara yang menghapus dosa dan tiga perkara yang meninggikan derajat.
# Adapun tiga perkara yang membinasakan:
1. Kekikiran yang ditaati
2. Hawa Nafsu yang dituruti
3. Kekaguman seseorang terhadap dirinya.
# Tiga perkara yang menyelamatkan:
1. Berbuat adil ketika marah maupun senang
2. Sederhana ketika miskin maupun kaya
3. Takut kepada Allah ketika bersendirian maupun di keramaian.
# Tiga perkara yang menghapus dosa:
1. Menunggu sholat sampai sholat berikutnya
2. Menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin
3. Berjalan menuju sholat jama’ah.
# Tiga perkara yang mengangkat derajat:
1. Memberi makan
2. Menyebarkan salam
3. Sholat di waktu malam, ketika manusia sedang tidur.
[HR. Ath-Thabarani dari Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jami
==============================================================================
Mudah tersinggung bisa merusak suasana dan silaturrahim, diawali karena hati ujub dan sombong ingin dihormati dan dihargai
Daripada jadi orang yang mudah tersinggung perasaan mendingan jadi orang yang mudah tersungging senyuman
==============================================================================
Sahabatku...Berbaiksangkalah
selalu kepada Alloh subhanahu wata'ala , karena tidak ada yang lebih
mencintai kita selain Dia yang Menciptakan, Yang Memiliki, Yang Mengurus
kita setiap saat
Setiap cobaan yang menimpa pasti sudah diukur oleh Alloh swt dengan adil dan pasti untuk kebaikan kita bukan untuk menghancurkan
==============================================================================
Ayo kita lakukan kebaikan sekecil apapun dan seikhlas ikhlasnya, balasan dari Alloh banyak jalannya
==============================================================================
Kita harus siap, sebaik apapun yang kita lakukan tak akan bisa memuaskan semua pihak bahkan akan ada yang tetap mencela
=================================================================
Tugas kita bukan "mengatur Alloh
Melainkan mengatur diri agar :
1. Hati bisa lurus niat lillahi ta 'alaa
2. Sempurna ikhtiar di jalan-Nya
3. Pasrahkan total Tawakkal pada-Nya
Selebihnya terserah Dia Yang Maha Baik, Yang Maha tau apapun yang terbaik untuk kita, dijamin tak akan pernah dikecewakan-Nya
=================================================================
Mau Menyenangkan Siapa?
Menyenangkan Alloh atau hanya sekedar mau menyenangkan manusia belaka?
Dari Ibn Abbas r.huma, berkata, Rasululloh saw bersabda :
"Barangsiapa yang menyulut kemurkaan Alloh demi menyenangkn manusia, maka Alloh akan murka kepadanya, dan orang-orang yang tadi disenangkan dalam kemurkaan Alloh pun akan dibuat-Nya murka pada dirinya.
Dan barangsiapa demi menyenangkan Alloh rela dibenci oleh manusia, maka Alloh ridho kepadanya dan orang-orang yang tadi membencinya karena ia lebih mendahulukan ridho Alloh, diubah oleh Alloh menjadi ridho kepadanya . Sehingga Alloh memperindah dirinya dan memperindah ucapannya juga amalnya dalam pandangan manusia"
H.R. Thobroni
=================================================================
Menginginkan orang lain berubah adalah hal yang baik, tapi hanya bagai fatamorgana bila tak diawali kegigihan merubah diri
Setiap kali kita bersungguh sungguh memperbaiki diri, pada saat yang sama kita sudah mulai memperbaiki yang lain
Perbaiki diri lah karena Alloh bukan untuk penilaian makhluk atau keinginan duniawi, karena tak akan berhasil berubah dengan istiqomah bila tak ikhlas
=================================================================
Dikamar yang sempit ada tikus kecilpun bisa jadi masalah besar
Dilapangan yang luas ada kerbau sekalipun tak jadi masalah
Demikianlah orang berhati sempit urusan remehpun menjadi masalah besar dan rumit
Namun yang berhati lapang, tetap tenang dan mantap sekalipun sedang menghadapi persoalan besar
=================================================================
Sabar itu....ilmu tingkat tinggi,
Belajarnya tiap hari,
Latihannya setiap saat,
Ujiannya mendadak,
sekolahnya seumur hidup,
Hadiahnya kebahagiaan dan kemuliaan dunia akherat
=================================================================
===. ... Iman Turun Naik ... ===
Ilmu adalah pupuk iman, tambah ilmu tentang Nama dan sifat Alloh, iman bisa menguat, kurang ilmu cenderung kurang iman
Iman menguat dengan memperbanyak amal soleh, iman menurun karena dosa dan maksiat
Iman semakin kokoh dan mantap, seiring dengan semakin lepasnya hati dari harap dan takut serta bergantung kepada selain Alloh
================================================================
Menjadi tua itu mudah dan tak perlu ilmu serta perjuangan, tapi menjadi pribadi yang matang dan dewasa sangat tidak mudah
Wajib memiliki kegigihan terus mencari ilmu dan berjuang mengamalkannya dengan tulus, agar iman /keyakinan kian kokoh, hati kian bening, Akhlaq kian mulia, hidup semakin bermanfaat
================================================================
Keinginan lebih banyak di bimbing oleh nafsu sehingga tak ada puasnya, sering berbuah banyak kegelisahan dan kekecewaan
Keperluan dituntun oleh akal sehingga terukur dan ada batasnya, jelas dan terasa manfaatnya
Bila sedang menginginkan sesuatu, tanyalah diri, apakah perlu? Haruskah memilikinya? Manfaatkan untuk bekal dunia akherat ?
Mudah-mudahan Alloh menuntun yang kita inginkan hanya yang disukai-Nya, untuk mendekat kepada-Nya dan manfaat bagi makhluk-mahlukNya
================================================================
Semakin senang dan puas hanya dengan Penilaian Alloh Yang Maha memiliki dan menentukan segalanya, yang maha Baik, pasti tak akan sibuk dengan penilaian makhluk
Rosulullah.. tak punya istana, tak pakai mahkota, tak menggunakan singasana dan asesoris duniawi lainnya.. Karena semua itu bukan tanda kemuliaan sama sekali
Nafsu kemewahan duniawi sesungguhnya seperti meminum air laut semakin diminum semakin kehausan, sampai hilang akal sehatnya dan membatu hati nuraninya
================================================================
WASSALAM
Langganan:
Komentar (Atom)

